Selasa, 30 April 2013


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Sistem Reproduksi

Organ reproduksi berkembang sangat menakjubkan.Testis pada pria maupun sel ovarium pada wanita mulai tumbuh pada awal kehidupan janin, tetapi sifat kelamin belum dikenal. Sel reproduksi berkembang di sebelah depan ginjal kemudian membentuk kelenjar reproduksi yang berisi sel benih dan membentuk struktur sekelilingnya. Organ reproduksi disebut traktus genitalis yang berhubungan dengan traktus urinarius, tetapi tidak bersambung.Sebagian besar organ reproduksi terletak di luar pelvis.Traktus genitalis pada perempuan bersambung dengan rongga peritoneum yang terletak dalam rongga panggul kecil.

2.2 Organ Reproduksi Pria

Organ reproduksi pria tidak terpisah dari saluran uretra dan sejajar dengan kelamin luar. Organ reproduksi pria terdiri dari kelenjar (terdiri dari : testis, vesika seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbo uretralis), duktus atau saluran (epididimis, duktus seminalis, uretra) dan bangun penyambung (skrotum, fenikulus spermatikus, dan penis).

§  Kelenjar

a. Testis

Organ ini merupakan 2 buah glandula yang memproduksi semen, terdapat di dalam skrotum yang digantung oleh fenukulus spermatikus. Pada bayi dalam kandungan, testis terdapat dalam kavum abdominalis di belakang peritonium, sebelum kelahiran akan turun ke kanalis inguinalis bersama dengan fenikulus sperma tikus kemudian masuk ke dalam skrotum. Testis merupakan tempat dibentuknya spermatozoa dan hormon pria yang terdiri dari belahan-belahan, disebut lobulus testis yang menghasilkan hormon testosteron dan menimbulkan sifat kejantanan, terjadi setelah masa pubertas, di samping itu, follicle stimulating hormon (FSH) dan lutein hormon (LH).

b. Pembungkus testis

1) Fasia spermatika eksterna. Suatu membran yang tipis, memanjang ke arah bawah di antara
venikulus dan testis, berakhir pada cincin subkutan inguinalis.

2) Lapisan kremasterika, terdiri dari selapis otot. Lapisan ini sesuai dengan m.obligus abdominis
internus dan cascies abdominus internus.

3) Fasies spermatika interna. Suatu membran tipis dan menutupi fenikulus spermatikus. Fasia ini
akan berakhir pada cincin inguinalis interna bersama dengan fasia transfersalis. Lapisan ini
sesuai dengan m.obligus abdominis internus dan fasianya.
c. Pembuluh darah testis

1) Arteri pudenda eksterna pars superfisialis merupakan cabang dari arteri femoralis.
2) Arteri perinealis superfisialis merupakan cabang dari a.pudenda interna.
3) Arteri kremasterika merupakan cabang dari a.epigastrika inferior.
4) Untuk pembuluh darah vena mengikuti arteri.

d. Persarafan testis

1) Ilioinguinalis
2) Lumbo inguinalis cabang dari pleksus lumbalis.
3) Perinealis pars superfisialis.

e. Vesika seminalis

Vesika seminalis merupakan dua ruangan di antara fundus vesika urinaria dan rektum yang masing-masing ruangan berbentuk piramid, permukaan anterior berhubungan dengan fundus vesika urinaria, dan permukaan posterior terletak di atas rektum yang dipisahkan oleh fasia rektovesikalis.

Panjang kelenjar ini 5 – 10 cm dan merupakan kelenjar sekresi menghasilkan zat mukoid.Zat ini banyak mengandung fruktosa dan zat gizi (prostaglandin dan fibrinogen) yang merupakan sumber energi bagi spermatozoa.Vesika seminalis bermuara pada duktus deferens dan bergabung dengan duktus ferens.Penggabungan ini disebut duktus ejakulatorius.Sekresi vesika seminalis disebut semen sebagai pelindung spermatozoa.Selama ejakulasi, vesika seminalis mengosongkan isinya ke dalam duktus ejakulatorius sehingga menambah semen ejakulasi serta mukosa.Duktus ejakulatorius berjumlah dua buah. Pada sisi lain dari garis tengah, masing-masing duktus akan membentuk gabungan vesikula seminalis dengan duktus deferens, panjangnya 2 cm, mulai dari basis glandula prostat berjalan ke depan bawah di antara lobus medialis lateralis, dan dari utrikulus prostatikus berakhir ke dalam pinggir urtikulus.

f. Pembuluh darah dan saraf

Arteri yang menyuplai vesika seminalis adalah cabang dari a.vesikalis medialis, a.vesikalis inferior dan a.haemorrhoidalis medialis.Vena-vena dan sistem limfe menyertai arteri. Persarafan merupakan cabang dari pleksus pelvikus

g. Glandula prosfat

Sebagian glandula prostat bersifat glandular dan sebagian lagi bersifat otot, terdapat di bawah orifisium uretra interna dan sekeliling permukaan uretra, dan melekat di bawah vesika urinaria dalam rongga pelvis di bawah posterior simfisis pubis.Prostat merupakan suatu kelenjar yang mempunyai 4 lobus (lobus posterior, anterior, lateral dan medial). Fungsi kelenjar prostat adalah mengeluarkan cairan alkali yang encer, seperti susu mengandung asam sitrat yang berguna untuk
melindungi spermatozoa terhadap tekanan pada uretra.


Basis prostat menghadap ke atas, berhubungan dengan permukaan inferior vesika urinaria, permukaannya berhubungan dengan vesika urinaria, dan mengarah ke bawah dan berhubungan dengan diafragma urogenitalis.Prostat dipertahankan posisinya oleh ligamentum puboprostatika, lapisan dalam diafragma urogenitalis, m.levator ani pars anterior, dan m. Levator prostat bagian dari m.levator ani.

h. Pembuluh darah dan saraf

1) A.pudenda interna
2) A.cesicalis inferior
3) A.Haemorrhoidalis medialis

Vena akan membentuk pleksus di sekitar sisi dan basis glandula prostat dan berakhir di vena hipogastrika. Nervus merupakan cabang dari pleksus pelvis.

i. Kelenjar bulbo uretralis

Kelenjar ini terdapat di belakang lateral pars memranasea uretra, di antara kedua lapisan diafragma urogenitalis dan di sebelah bawah kelenjar prostat. Bentuknya bundar, kecil dan warnanya kuning, panjangnya 2,5 cm, dan fungsinya hampir sama dengan kelenjar prostat. Kelenjar bulbo uretralis dibungkus oleh simpai jaringan ikat tipis yang di luarnya terdapat serat-serat otot rangka.Jaringan ikatnya banyak mengandung serat elastin, serat otot rangka, dan serat otot polos.

2.2 Duktus

a. Skrotum

Skrotum merupakan sepasang kantong yang menggantung di dasar pelvis. Di depan skrotum terdapat penis dan di belakangnya ada anus. Skrotum atau kandung buah pelir berupa kantong yang terdiri dari kulit tanpa lemak yang memiliki sedikit jaringan otot dan berada di dalam pembungkus yang disebut tunika vaginalis.Tunika vaginalis dibentuk dari peritonium skrotum yang banyak mengandung pigmen, di dalamnya terdapat kantong-kantong.Setiap kantong berisi epididimis feniculus spermatikus.Skrotum kiri tergantung lebih rendah dari skrotum kanan.Skrotum bervariasi dalam beberapa keadaan, misalnya pengaruh panas dan orang tua. Pada keadaan lemah, skrotum akan memanjang dan lemas, sedangkan dalam keadaan dingin akan memendek dan berkerut. Skrotum terdiri dari dua lapisan, yaitu kulit dan tunika dartos.

1) Kulit, warna kecoklatan, tipis, dan mempunyai filica/rugae, terdapat folikel sebasea yang di
kelilingi oleh rambut keriting yang akarnya terlihat melalui kulit.

2) Tunika dartos berisi lapisan otot polos yang tipis sepanjang basis skrotum. Tunika dartos ini
membentuk septum yang membagi skrotum menjadi dua ruangan untuk testis dan terdapat di
bawah permukaan penis.
Pada skrotum terdapat m.kremaster yang muncul dari m.obliques internus abdominalis yang menggantungkan testis dan mengangkat testis menurut kemauan dan refleks ejakulasi.

b. Fenikulus spermatikus

Fenikulus spermatikus merupakan bangun penyambung yang berisi duktus seminalis, pembuluh limfe, dan serabut saraf.Bentuknya memanjang dari abdominalis inguinalis dan tersusun konvergen ke bagian belakang testis, melewati cincin subkutan dan turun hampir vertikal ke skrotum.Fenikulus spermatikus kiri lebih panjang dari yang kanan karena testis kiri tergantung lebih rendah dari testis kanan.

c. Pembuluh darah fenikulus spermatikus

1) Arteri spermatika interna, merupakan cabang aorta abdominalis, keluar dari abdomen melalui cincin inguinalis abdominalis dan bergabung dengan fenikulus spermatikus sepanjang kanalis inguinalis yang memberikan darah untuk epididimis dan subtansia testis.
2) Arteri spermatika eksterna, merupakan cabang dari a.epigastrika inferior yang berfungsi memberikan darah untuk fenikulus spermatikus beranastomosis dengan a.spermatika interna.
3) Arteri duktus deferens merupakan cabang dari a.fesikalis inferior, bentuknya panjang dan bergabung dengan duktus deferens beranatomosis dengan a.spermatika interna di dekat testis.
4) V. Permatika, mulai dari belakang testis, menerima darah dari epididimis, membentuk pompa, bagian dari fenikulus spermatikus. Pembuluh-pembuluh yang membentuk pleksus banyak masuk sepanjang fenikulus spermatikus di depan duktus diferens. Di bawah cincin substansia inguinalis, pembuluh ini bersatu membentuk 2-4 vena, lewat kanalis inguinalis masuk ke abdomen.Melalui cincin inguinalis abdominalis, yang kanan bermuara ke vena kava inferior dan yang kiri bermuara ke vena renalis sinistra.

d. Pembuluh limfe

Pembulh limfe terdiri dari dua bagian, yaitu permukaan luar dan permukaan dalam.Pembuluh limfe berasal dari permukaan tunika vaginalis epididimis dan korpus testis. Pembuluh ini akan membentuk 4-8 traktus dan berakhir pada bagian lateral dari pronatik dan nervus lumbalis II.

e. Pembuluh saraf

Pleksus spermatikus merupakan saraf simpatis yang bergabung dengan cabang dari pleksus pelvis yang menyertai arteri duktus deferens.

f. Penis

Bagian ini terletak menggantung di depan skrotum. Bagian ujungnya disebut glans penis, bagian tengah disebut korpus penis, dan bagian pangkal disebut radiks penis.Kulit ini berhubungan dengan pelvis, skrotum dan perineum.Kulit pembungkus amat tipis dan tidak berhubungan dengan bagian permukaan dalam organ dan tidak mempunyai jaringan adiposa.Di belakang orifisium uretra eksterna, kulit ini membentuk perlipatan kecil yang disebut frenulus preputium.Kulit yang menutupi glans penis bersambung dengan membran mukosa uretra pada orifisium dan tidak mempunyai rambut.Prepusium yang menutupi glans dipisahkan dari prepusium dan didalamnya terdapat ruangan yang dangkal.

1) Fasia superfisialis : secara langsung berhubungan dengan fasia skrotum dengan lapisan sel otot polos. Di antara fasia superfisialis dan profunda terdapat celah yang menyebabkan kulit bergerak bebas.Pada bagian anterior ujung m.bulbokavernosus dan m.iskhiakavernosus terbelah menjadi lapisan dalam dan lapisan luar.Lapisan luar menutupi permukaan superior otot-otot ini dan fasia perinealis dari perineum.Lapisan dalam merupakan lanjutan fasia penis dan lamina profunda.Fasia profunda dari penis menutupi organ dengan kapsul yang kuat.

2) Korpora kavernosa penis : terdiri dari dua masa silinder yang erektil, terdiri dari ¾ dari bagian anterior batang penis. Pada simpisis pubis bagian posterior secara berangsur-angsur membentuk bangun yang lonjong.Korpora kavernosus penis ditutupi oleh kapsul yang kuat, terdiri dari benang-benang superfisialis dan profunda yang mempunyai arah longitudinal dan membentuk satu saluran yang masing-masing mengelilingi korpora dan membentuk satu saluran yang masing-masing mengelilingi korpora dan membentuk septum penis.Septum ini tebal dan terdiri dari bangunan vertikal yang disebut septum pektini formis.Pada permukaan atas terdapat celah kecil tempat v. Dorsalis penis profunda dan pada permukaan bawah terdapat celah yang dalam dan luas berisi korpus kavernosa uretra. Bagian anterior korpus kavernosa penis akan melebar dan disebut bulbus korpus kavernosa penis. Bagian ini terikat kuat pada ramus iskhium pubis yang ditutupi oleh m.iskhium kavernosus.

3) Korpus kavernosa uretra merupakan bagian penis yang berisi uretra, di dalam batang penis berbentuk silinder yang lebih kecil dari kavernosa penis, pada ujungnya agak melebar, bagian anterior membentuk glans penis dan posterior membentuk bulbus uretra.

4) Glans penis merupakan bagian akhir anterior korpus kavernosa uretra yang memanjang ke dalam, bentuknya seperti jamur. Glans penis ini licin dan kuat, bagian perifer lebih besar hingga membentuk pinggir yang bundar yang disebut koronaglandis.Bagian perifer menyempit membentuk bulbus retroglandularis dari leher penis dan pada puncak glans penis terdapat celah dari orifisium uretra eksterna.

5) Bulbus uretra : merupakan pembesaran bagian posterior, 3-4 cm, dari korpus kavernosa uretra dan letaknya superfisialis dari diafragma urogenitas. Fasia superfisialis bercampur dengan kapsula fibrosa dan disebut ligamentum bulbus yang ditutupi oleh fasia bulbus kavernosus.

g. Penggantung penis

1) Ligamentum fundiformis penis, lapisan tebal yang berasal dari fasia superfisialis dari dinding abdominalis anterior di atas pubis.

2) Ligamentum suspensorium penis, berupa benang berbentuk segitiga, bagian eksterna dari fasia profunda menggantung dorsum dan akar penis ke bagian inferior linea alba. Simfisis pubis dan ligamentum arquarta pubis, kruris ischio pubis dan bulbu diafragma urogenitalis merupakan alat penggantung penis.

h. Pembuluh darah penis

1) Arteri pudenda interna, merupakan cabang a.hipogastrika yang menyuplai darah untuk ruangan kavernosus.

2) Arteri profunda penis, merupakan cabang dari a.dorsalis penis. Bercabang terbuka langsung ke ruangan kavernosa. Cabang kapilernya menyuplai darah ke trabekula di ruangan kavernosa, dikembalikan ke vena pada dorsum dan membentuk vena dorsalis penis yang melewati permukaan superrior korpora kavernosa dan bergabung dengan vena yang lain.

i. Carian semen

Cairan semen terdiri dari spermatozoa dan cairan yang dihasilkan oleh seluruh kelenjar kelamin, serta sedikit tambahan yang berasal dari sistem saluran kelamin.Semen merupakan cairan keruh keputihan yang mengandung 100 juta/ml spermatozoa dan jumlahnya sangat bervariasi.Setiap ejakulasi mengeluarkan 3 ml (300 juta spermatozoa).Pengeluaran semen berlangsung dalam urutan tertentu. Kelenjar bulbo uretralis dan kelenjar uretra mengeluarkan sekret berupa lendir ketika ereksi dan akan melumasi uretra paras kavernosa sewaktu ejakulasi kelenjar prostat bersekresi lebih dahulu. Sekretnya bersifat basa dan menurunkan keasaman uretra yang mengandung sisa air kemih kemudian disusul oleh spermatozoa yang diperas ke luar dari duktus epididimis dan duktus deferens melalui kontraksi dinding otot. Akhirnya, sekresi kental dari vesikula seminalis mengandung fruktosa dan bahan makanan bagi sperma ditambahkan ke dalam massa tersebut.























BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Organ utama reproduksi pada pria adalah testis.

Fungsi testis :

1. Membentuk gamet-gamet baru yaitu spermatozoa dilakukan di tubulus seminiferus.

2. Menghasilkan hormon testosteron, dilakukan oleh sel interstisial.

Setelah pembentukan tubulus seminiferus, sperma masuk ke semini ferus selama 18 jam sampai
10 hari hingga mengalami proses pematangan.

Fungsi testoteron :

1. Efek desensus testis.

2. Perkembangan seksual primer dan sekunder.

3.2 Saran

Seperti kata pepatah ”Tak ada gading yang tak retak”. Dalam pembuatan makalah ini tentu masih banyak kekurangan, untuk itu kami mengharapkan saran dari para pembaca demi kesempurnaan di masa yang akan datang.











DAFTAR PUSTAKA

Wulanda Ayu Febri, 2011, Biologi Reproduksi, Salemba Medika, Jakarta
Mashudi Sugeng, 2011, Anatomi dan Fisiologi Dasar, Salemba Medika, Jakarta
www.alat reproduksi laki – laki.com



MAKALAH
TUMBUH KEMBANG FETUS DAN PLASENTA
Disusun untuk melengkapi salah satu tugas dari mata kuliah
BIOLOGI REPRODUKSI


KATA PENGANTAR



Puji syukur penulis haturkan atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat diantaranya nikmat sehat dan sempat karena dengan nikmat tersebut kita bisa menyelesaikan tugas makalah ini.Shalawat serta salam kepada junjungan nabi besar kita Muhammad SAW yang telah menentukan kita dari alam jahiliah sampai kealam terang benderang disinari cahaya ilmu seperti saat sekarang ini. Dalam pembuatan makalah
“TUMBUH KEMBANG FETUS DAN PLASENTA“ ini penulis mengakui masih banyak kekurangan didalamnya sehingga saya mengharap kritik dan saran dari pembaca yang dapat membangun sehingga makalah ini menjadi lebih baik.Terimakasih penulis ucapkan kepada dosen yang telah membimbing penulis dalam proses pembuatan makalah ini.Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua Amin.








Blitar, 27 Oktober 2012



                                                                                                                        Penulis,


















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................................            I

DAFTAR ISI..........................................................................................................................            II

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang................................................................................................................... III

B. Rumusan Masalah ……………………………………………………………………… III

C. Tujuan................................................................................................................................            III

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................           1

BAAB III PENUTUP

Kesimpulan............................................................................................................................ 21

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................            22

























BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang

Untuk terjadinya kehamilan harus ada spermatozoa dan ovum.Setiap spermatozoa terdiri dari tiga bagian yaitu kaput atau kepala yang berbentuk lonjong atau gepeng dan mengandung bahan nukleus, ekor dan bagian yang silindrik (leher) menghubungkan kepala dengan ekor.Dengan getaran ekornya spermatozoa dapat bergerak cepat.Dalam pertumbuhan embrional spermatogonium berasal dari sel-sel prinitif tubulus-tubulus testis.Setelah janin dilahirkan jumlah spermatogonium yang ada tidak mengalami perubahan sampai mengalami pubertas tiba. Pada masa pubertas sel-sel spermatogonium tersebut dalam pengaruh sel-sel interstial leydig mulai aktif melakukan mitosis dan terjadilah proses spermatogenesis yang sangat kompleks.Setiap spermatogonium membelah dua dan menghasilkan spermatosit skunder, kemudian spermatosit skunder membelah lagi dan menghasilkan dua spermatid yang memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah yang khas untuk jenis itu. Dari spermatid ini tumbuh spermatozoa.Pertumbuhan embrional oogonium yang tidak menjadi ovum terjadi genetalriddge janin dan didalam janin jumlah oogonium bertambah terus sampai pada usia kehamilan 6 bulan. Pada waktu dilahirkan bayi mempunyai sekurang-kurangnya 750 oogonium, jumlah ini berkurang akibat pertumbuhan dan negenasi polikel-polikel anak berumur 6-15 tahun ditemukan 439.000 oogonium dan pada umur 16-25 tahun . Hanya 34.000oogonium .Pada masa monopause semua oogonium menghilang.Sebelum janin dilahirkan, sebagian besar oogonium mengalami perubahan-perubahan pada nukleusnya.Terjadi pula migrasi dari oogonium ke arah korteks ovarium sehingga pada waktu dilahirkan korteks ovarium terisi dengan polikel ovarium primordial. Primordial dapat dilihat bahwa kromosomnya telah berpasangan, DNA-nya berduplikasi,yang berarti bahwa sel menjadi tetraploid.

B.     Rumusan Masalah

1.      Bagaimana proses Tumbuh Kembang Fetus?
2.      Bagaimana Proses Tumbuh Kembang Plasenta?

C.     Tujuan

1.      Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
2.      Untuk mengetahui proses tumbuh kembang fetus
3.      Untuk mengetahui proses tumbuh kembang plasenta





BAB II
PEMBAHASAN

Proses perkembangan embrio didalam rahim adalah merupakan hasil telur yang telah dibuahi oleh sperma membentuk zigot.kemudian zigot digerakan oleh silia oviduk menuju ke uterus. Setelah 24 jam,terjadilah pembelahan sel , dimana pembelahan ini terjadi ketika ketika telur yang telah dibuahi tadi berjalan dari oviduk keuterus memakan waktu3-5 hari,sael telur tadi akan mengalami pembelahan 2 sel,4 sel, 8 sel, 16 sel, smpai terbentuknya morula. Dimana morula akan terus membelah sampai terbentuknya blastosit,tahap ini dinamakan blastula dengan rongga didalamnya disebut blastocoels atau blastosol. Blastosit terdiri dari sel-sel bagian luar dan sel-sel bagian dalam.Secara umum,perkembangan janin dibedaka menjadi tiga trimester.Penggunaan istilah trimester,merujuk pada pembagian pertiga bulan.Trimester satu adalah bulan ke-1,2,3.Trimester dua adalah bulan ke-4,5,6.dan trimester tiga adalah bulan ke-7,8 dan 9 masa kehamilan.

Trimester Pertama
kehamilan
Banyak perubahan fisik selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan waktu pembentukan sekaligus perkembangan pesat dari semua sistem dan organ tubuh bayi. Berbagai gejala kehamilan akan datang di trimester kehamilan pertama ini misalnya pembesaran payudara, sering buang air kecil, konstipasi, mual muntah, merasa lelah, sakit kepala, pusing, emosional, dan peningkatan berat badan.
Kalendar kehamilan memberikan informasi yang cukup memadai mengenai apa yang terjadi pada tubuh ibu dan janin yang dikandungnya dari minggu pertama hingga saat menjelang persalinan.



Trimester Pertama
kehamilan1-1

Minggu 1
Tubuh Ibu akan banyak berubah dalam 3 bulan pertama kehamilan. Janin berkembang di dalam rahim Ibu, perasaan mual, nyeri punggung, lelah, perubahan mood, keram kaki, sering berkemih, dan konstipasi dapat terjadi di awal kehamilan. Ibu tidak usah khawatir karena semua kejadian ini normal dialami dalam kehamilan. Seiring dengan bertambahnya waktu, semakin besarnya kehamilan, maka keluhan ini perlahan-lahan akan menghilang. Makanlah asupan nutrisi yang bergizi karena trimester pertama adalah masa paling penting di dalam pertumbuhan organ janin (organogenesis). Setiap kehamilan berbeda, dan kehamilan Ibu akan memiliki keunikan tersendiri.



kehamilan1-2
Minggu pertama adalah minggu periode menstruasi terakhir, meskipun pembuahan belum terjadi, Ibu sekarang sudah mulai menghitung hari. Minggu ini rahim Ibu akan meluruh dan periode menstruasi sedang terjadi. Perlahan-lahan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) mulai diproduksi untuk membantu pematangan sel telur. Pembuahan (pertemuan sel sperma dan sel telur) baru terjadi 12-14 hari lagi dimana setelah terjadi pembuahan maka pada saat itu embrio baru tumbuh.
Saat ini merupakan momentum paling tepat untuk menghentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol. Tiga hal yang disebutkan di atas dapat mempengaruhi perkembangan embrio dan menyebabkan kecacatan.
MINGGU 2
Bersiap-siap ovulasi
Keajaiban awal mula kehidupan diawali dengan bertemunya sel sperma dan sel telur di saluran tuba. Hanya 1 sperma yang mampu memasuki sel telur dan membuahinya.
kehamilan2-1
Apabila siklus menstruasi Ibu adalah 28 hari, maka Ibu akan berada di masa subur pada akhir minggu ini. Hal ini dikarenakan ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) terjadi pada pertengahan siklus menstruasi (12-14 hari). Jadi mingu ini adalah saat paling tepat untuk terjadinya pembuahan. Minggu ke-2 adalah berakhirnya masa haid dan masuk ke masa proliferasi (lapisan endometrium rahim mengadakan proliferasi atau pertumbuhan rahim untuk mempersiapkan kehamilan). Hormon estrogen mulai meningkat dan menyebabkan lapisan endometrium tumbuh atau berproliferasi. Hormon FSH yang dihasilkan oleh tubuh akan berfungsi untuk membantu mengembangkan 1 atau beberapa folikel menjadi sel telur yang matang. Sel telur matang akan berjalan dari indung telur ke saluran tuba dan menunggu untuk dibuahi.
Akhir minggu ini, adalah waktu Ibu berovulasi. Apabila ibu berhubungan seksual tanpa pelindung, maka setelah pasangan Ibu ejakulasi, 200 – 300 juta sperma berenang di dalam vagina, jutaan sperma yang mampu mencapai rongga rahim dan tuba, hanya sekitar 300 – 500 sel sperma yang mampu mencapai ampula tuba (dimana sel telur menanti dibuahi), dan hanya 1 sel sperma yang mampu memenangkan persaingan dari jutaan sel sperma lainnya pada akhir perjalanan.
Kesehatan Ibu yang baik merupakan salah satu faktor yang penting dalam kehamilan. Nutrisi adekuat, olahraga, dan istirahat yang cukup akan mempengaruhi kesehatan Ibu. Jika berat badan Ibu berada di dalam batas normal sebelum kehamilan, Ibu memerlukan asupan kalori sebesar 2200 kalori setiap harinya pada 13 minggu pertama (trimester pertama). Selama trimester kedua dan ketiga, Ibu memerlukan tambahan 300 kalori perhari. Kalori tambahan dapat memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk Ibu maupun janin.









MINGGU 3
kehamilan3-1
Tanda awal kehamilan
Setelah ejakulasi, sel sperma yang mencapai saluran kelamin wanita harus melalui masa penyesuaian terlebih dahulu selama 7 jam yang berlangsung di dalam vagina Membutuhkan waktu sekitar 10 jam bagi sperma untuk mencapai saluran tuba namun hanya butuh 20 menit untuk sel sperma membuahi sel telur. Pembuahan berlangsung selama 12 – 24 jam, dimulai ketika sel sperma memasuki sel telur dan berakhir dengan terbentuknya zigot (sel yang berkembang).
Hasil utama dari pembuahan adalah kombinasi kromosom (materi genetik) dari kedua orangtua, penentuan jenis kelamin, dan dimulainya pembelahan. Pronukleus sel sperma akan bergabung dengan pronukleus sel telur untuk mengkombinasikan materi genetik. Apabila sperma membawa kromosom Y, maka bayi Ibu laki-laki, sedangkan apabila sperma membawa kromosom X, maka bayi Ibu perempuan. Dalam beberapa jam setelah sel telur dibuahi, dimulailah pembelahan zigot.
kehamilan3-2
Sel akan membelah menjadi 2 sel, dan terus membelah, membelah, dan membelah lagi setiap 12 jam. Dalam waktu 30 jam sel akan membelah menjadi 2, dalam waktu 3 hari sel akan membelah menjadi 16 (morula). Dalam stadium morula, sel akan diarahkan perlahan-lahan berjalan dari saluran tuba menuju rahim. Di dalam rongga rahim sel akan berkembang menjadi ratusan sel dan dikelilingi oleh rongga berisi cairan yang disebut dengan blastokista. Blastokista akan mencari tempat untuk nidasi atau implantasi (melekat) ke dinding rahim (terkadang terjadi perdarahan di saat nidasi-salah satu tanda kehamilan). Dalam waktu 9 hari blastokista akan berimplantasi pada dinding depan atau dinding belakang rahim, dekat pada fundus rahim (bagian paling atas dari rahim). Tubuh Ibu akan mengeluarkan protein imunosupresan yang mencegah tubuh bereaksi karena melihat janin sebagai benda asing. Jika implantasi atau perlekatan ini terjadi barulah dapat disebut kehamilan.Saat ini Ibu sedang hamil 3 minggu (meskipun janin Ibu baru berusia 1 minggu).









MINGGU 4
Umur janin 2 minggu saat ini. Sudah melekat ke rahim ibu sambil bekerja keras membuat tubuh. Masih 36 minggu lagi!
kehamilan4-1
Awal Pembentukan Organ
Embrio :
Telur yang sudah dibuahi akan melakukan interaksi dan perlekatan dengan rahim. Setelah perlekatan terjadi, hormon hCG akan dilepaskan-hormon kehamilan yang akan memberikan tanda 2 strip pada tes kehamilan. hCG akan merangsang korpus luteum (kantung tempat keluar sel telur) untuk memproduksi hormon progesteron yang berguna untuk menjaga lapisan rahim sebagai sarana perlekatan embrio sampai plasenta mengambil alih-6 minggu dari sekarang.
Embrio akan bekerja keras minggu ini, membuat plasenta, tali pusat, dan dasar dari tubuhnya. Kantung amnion akan berisi cairan amnion yang mengelilingi embrio dan berguna untuk melindungi embrio. Sedangkan yolk sac akan memproduksi darah dan membantu memberikan nutrisi untuk embrio sampai plasenta mengambil alih.
Saat ini embrio akan berkembang menjadi 3 lapisan, dimana masing-masing lapisan akan membentuk organ. Lapisan endoderm atau lapisan terdalam akan membentuk saluran pencernaan, usus, hati, dan paru. Lapisan tengah atau mesoderm akan membentuk jantung, alat kelamin, otot, tulang dan ginjal. Lapisan terluar, yaitu ektoderm akan membentuk rambut, kulit, mata, dan sistim saraf. Pada akhir minggu ke-4 embrio Ibu akan memiliki kepala, mulut yang terbuka, otak serta jantung primitif. Embrio akan berukuran 0,36 mm – 1 mm dan memiliki berat kurang dari 1 gram.
 MINGGU 5
kehamilan5-1
Permulaan masa embriogenik
Embrio :
Minggu ke-5 adalah permulaan periode embrionik (dari minggu 5 – 10 kehamilan), suatu periode yang sangat penting di dalam perkembangan organ janin. Embrio Ibu saat ini berusia 3 minggu. Peristiwa yang paling khas dalam minggu kelima adalah gastrulasi, yaitu proses yang membentuk ketiga lapisan germinal pada embrio. Tiga lapisan yang berkembang yaitu endoderm, mesoderm, dan, ektoderm, masing-masing akan membentuk organ. Lapisan endoderm atau lapisan terdalam akan membentuk saluran pencernaan, usus, hati, dan paru. Lapisan tengah atau mesoderm akan membentuk jantung, alat kelamin, otot, tulang, dan ginjal. Lapisan terluar, yaitu ektoderm akan membentuk rambut, kulit, mata, dan sistim saraf.
Pada akhir minggu ke-5 embrio akan membentuk dasar kerangka sumbu badan, otak, serta jantung primitif. Embrio akan berukuran 0,36 mm – 1 mm dan memiliki berat kurang dari 1 gram. Minggu ini adalah suatu tahapan yang sangat peka terhadap gangguan-gangguan teratogenik (kecacatan janin).
Pada akhir minggu, embrio yang sebelumnya hanya berbentuk kumpulan sel, saat ini berbentuk tabung dengan bagian atas dan bagian bawah yang melebar. Terbentuk alur saraf yang memanjang dari atas ke bawah. Lipatan saraf kranial sudah membagi diri menjadi bagian-bagian dari otak. Pembuatan jantung primitif akan dimulai pada tengah minggu ke-5, jantung akan terbagi menjadi 4 ruang engan menggunakan USG atau echocardiografi fetal, pergerakan jantung embrio dapat terlihat.
MINGGU 6
 Memiliki panjang sekitar 1,25 mm sampai 3 mm. Otak, jantung dan pembuluh darah, sistim saraf, dan organ lain mulai berkembang. Berusia 4 minggu dan masih harus menunggu 34 minggu lagi.
kehamilan6-1






Kunjungan prenatal pertama
Embrio :
Minggu ini embrio akan memiliki bentuk seperti kecebong, dengan kepala yang lebih besar dari organ lain dan memiliki buntut. Tabung saraf yang akan membentuk saraf tulang belakang dan otak memanjang dari atas sampai bawah embrio. Penonjolan pada pusat embrio (tengah) akan membentuk jantung. Pembentukan otak, jantung dan pembuluh darah, sistim saraf, dan organ lain mulai berkembang. Lidah mulai terbentuk pada embrio berusia 4 minggu dalam bentuk 2 tonjolan lidah lateral dan 1 tonjolan lidah medial. Saluran usus primitif dan pembentukan tunas hati akan terbentuk pada embrio berukuran 3 mm ini. Kantung amnion dan plasenta juga sedang dibentuk.
Embrio Ibu memiliki panjang sekitar 1,25 mm – 3 mm. Minggu ini adalah minggu perkembangan besar-besaran dari organ tubuh embrio. Sudah terbentuk lempeng telinga, lempeng mata, lengkung faring, dan rigi lengan. Tonjol-tonjol wajah berupa tonjol maksila (rahang atas) dan tonjol mandibula (rahang bawah) sudah terbentuk.
Sel mesoderm akan berkembang menjadi sel-sel darah dan kemudian membentuk pembuluh-pembuluh darah kecil. Dengan berlanjutnya pembentukan tunas pembuluh darah, pembuluh darah ekstraembrional akan membentuk hubungan dengan pembuluh darah di dalam embrio sehingga menghubungkan embrio dan plasenta (ari-ari).Selaput perikardium (meliputi jantung) mulai terbentuk. Tunas paru mulai tampak sebagai suatu tonjolan di dekat dinding depan usus. Bagian-bagian dari ginjal yaitu tubulus nefron dan glomerulusnya berkembang pesat minggu ini.









MINGGU 7
Janin berusia 5 minggu dan berukuran 2 sampai 5 mm. Jantung sudah dialiri darah dan kaki tangan mulai memanjang. Tinggal 33 minggu lagi!
kehamilan7-1
Perubahan tubuh ibu hamil
Embrio :
Pada minggu ke-7, bentuk luar dari embrio berkembang dengan pesat. Mata yang berukuran sebesar titik saat ini akan membentuk lensa mata. Lempeng telinga juga akan membentuk gelembung telinga yang berkembang membentuk bangunan-bangunan yang berfungsi untuk pendengaran dan keseimbangan. Pembentukan lapisan untuk kavum timpani serta tuba eustachius (bagian dari telinga) sudah mulai berkembang. Minggu ini tangkai kantung kuning telur dan tangkai penghubung bersatu membentuk tali pusat.
Rongga jantung yang hampir sempurna sudah mulai dialiri oleh darah. Sekat jantung mulai dibentuk mulai minggu ke-6 sampai minggu ke-8. Apabila terjadi gangguan pada pembentukan sekat jantung saat ini, maka bayi dapat lahir dengan kelainan jantung bawaan.
Permulaan dari sistim pencernaan dan sistim pernapasan mulai terbentuk. Tunas paru akan membentuk trakea dan tunas bronkialis. Tunas bronkialis akan membentuk saluran bronkus di kanan dan kiri. Otak, otot, dan tulang juga sudah memiliki bentuk awal. Plakoda hidung membentuk lubang hidung dan membentuk tonjol hidung. Tunas untuk anggota badan depan dan belakang (tangan dan kaki) sudah mulai berbentuk dayung dan semakin memanjang. Panjang embrio dari puncak kepala sampai bokong berukuran 2-5 mm, pengukuran ini lebih sering dipakai daripada pengukuran dari kepala ke tumit karena kaki embrio seringkali terlipat yang mengakibatkan sulitnya pengukuran.
MINGGU 8
Umur 6 minggu dan panjang sekitar 11 sampai 13 mm. Otak berkembang pesat dan wajah sudah semakin jelas terlihat. Tinggal 32 minggu lagi!
kehamilan8-1

Perkembangan pesat otak dan jantung embrio
Perkembangan terbanyak minggu ini adalah perkembangan otak dan kepala embrio. Pada minggu ke-8, otak embrio berkembang dengan kecepatan yang luar biasa. Wajah dari embrio juga semakin jelas terlihat, matanya terbuka, mulut dan lidahnya berkembang, dan embrio sudah mulai membentuk ginjal. Saat ini adalah periode kritis perkembangan lengan hampir berakhir, tonjolan lengan dan kaki mulai membentuk bagian tangan, bahu, dan jari-jari. Tonjolan lengan sudah berada di posisi proporsional akhir dan perkembangan rigi jari-jari tangan dan kaki sudah terbentuk. Tali pusat-bagian yang menghubungkan antara embrio dengan plasenta- sudah terbentuk. Tali pusat akan menjamin transportasi nutrisi dan oksigen untuk embrio Ibu.
Pada minggu ke-8, jantung janin sudah lengkap terbentuk 4 rongga, sekat untuk membatasi ruang bilik dan serambi, serta katup diatara ruang-ruangnya. Tonjolan paru sudah diliputi oleh pleura (selaput paru) dan cabang dari saluran bronkus. Saluran-saluran dari ginjal juga semakin banyak dan semakin berkembang. Membrana kloakalis pada janin sudah terbagi menjadi membarana urogenitalis (membentuk saluran kencing dan alat kelamin) serta membrana analis (membentuk anus atau dubur). Tonjol genitalia akan berkembang menjadi tonjol skrotum (kantong kemaluan) pada bayi laki-laki dan akan berkembang menjadi labia mayora pada bayi wanita. Embrio Ibu saat ini memiliki panjang 2 kali lipatnya yaitu 11-13 mm.
Akhir minggu ke-8, embrio Ibu berusia 6 minggu dan berukuran 22-24 mm, kepala masih lebih besar dibandingkan dengan tulang belakang. Tonjolan jari tangan dan kaki sudah ada, saluran dari tenggorokan ke paru-paru sudah terbentuk. Bibir atas sudah sempurna dan bentuk telinga bagian luar mulai membentuk elevasi pada kedua sisi kepala. Bagian ‘buntut’ embrio akan perlahan menghilang. Pertumbuhan embrio memiliki kecepatan 1 mm/hari, namun tidak harus di dalam penambahan panjang badan, dapat juga di pertumbuhan organ lain seperti di lengan dan kaki.
Periode kritis perkembangan jantung sudah hampir berakhir. Bilik jantung sudah lengkap dan akan menyempurnakan bentuknya. Perkembangan hati disini akan menyebabkan penonjolan dari perut embrio. Sistim saluran pencernaan berkembang di umbilikus, usus halus berkembang dan akan bermigrasi ke dalam perut ketika ruang di perut embrio sudah cukup besar. Punggung embrio semakin memanjang sekarang, rangka embrio masih terdiri atas kartilage (tulang rawan) dimana sel tulang pertama akan menggantikan kartilage pada hari ke 47 kehamilan. Osifikasi (proses penulangan) primer mulai terjadi di pusat dari tulang panjang, Embrio Ibu sudah mulai terlihat seperti bayi kecil sekarang.








MINGGU 9
Umur 7 minggu dan berat 2 gram. Panjang saat ini 22 sampai 30 mm. Jari-jari mulai terbentuk dan  mulai bergerak! Tinggal 31 minggu lagi!
kehamilan9-1
Pergerakan embrio pertama kali
Embrio :
Minggu ini mata embrio sudah memiliki lensa, iris, retina, kornea, dan kelopak mata. Mata janin belum terbuka karena kelopak mata belum terbentuk sempurna. Pigmentasi retina didapatkan pada embrio. Saat ini embrio Ibu sudah menjadi janin yang berarti ‘muda’. Meskipun masih tergolong sangat kecil, embrio Ibu sudah terlihat mirip dengan bayi. Selama perkembangan organ, lengan atas lebih cepat tumbuh dibanding paha dan betis. Lengan sudah berada di lokasi final dan jari-jari mulai memisah. Lekukan yang menandai perkembangan jari tangan di kemudian hari sudah terbentuk.
Tonjol rahang atas (maksila) menyatu dengan tonjol hidung ketika bibir atas terbentuk. Herniasi umbilikus atau masuknya organ pencernaan (usus, lambung) yang berada di luar perut embrio ke dalam perut mulai terjadi minggu ini.
Pankreas, kandung empedu, duktus biliaris, dan anus (dubur) sudah siap di posisi masing-masing. Hati embrio sudah terbentuk dan mulai menghasilkan sel darah merah yang dipompakan ke seluruh tubuh oleh jantungnya yang kecil. Jantung embrio sendiri saat ini sudah terbagi atas 4 ruangan dan berdebar 150x/menit.
Perkembangan luar biasa minggu ini adalah embrio Ibu yang mulai bergerak. Meskipun sudah mulai bergerak, Ibu masih belum bisa merasakannya. Gigi yang sangat kecil sudah berada di bawah gusi, pita suara dan kelenjar ludah mulai terbentuk, serta janin akan mulai membuka mulutnya minggu ini. Pertumbuhan alat kelamin janin Ibu akan dimulai. Panjang janin Ibu saat ini adalah 22-30 mm dengan berat badan sekitar 2 gram.
MINGGU 10
Berat sekitar 4 sampai 5 gram dengan panjang 31 sampai 42 mm. Umur 8 minggu dengan jari-jari yang sudah lengkap terbentuk. Telinga dan tunas gigi sudah ada. Tinggal 30 minggu lagi!
kehamilan10-1
Pembesaran pembuluh vena ibu hamil
Embrio :
Embrio saat ini memiliki panjang 31 sampai 42 mm dengan perkiraan berat badan sekitar 4-5 gram. Embrio Ibu sudah memiliki jari-jari tangan dan kaki yang bebas sehingga membuat Ibu dapat merasakan tendangan di perut. Tungkai semakin memanjang dan membengkok di daerah siku dan lutut. Penulangan tulang anggota badan akan dimulai pada akhir masa embrio. Saat ini tulang embrio mulai terbentuk dan indentasi di kaki yang akan membentuk lutut dan tumit mulai mengeras.
Telinga sudah mulai berbentuk dan kelopak mata sudah tidak transparan lagi. Tonjolan untuk pembentukan gigi yang berada di bawah gusi mulai terbentuk (meskipun bayi Ibu nantinya baru memiliki gigi pada usia 6-7 bulan setelah lahir). Menjelang perkembangan minggu ke-10, lamina dentis yang berada di sepanjang rahang atas dan rahang bawah membentuk tunas gigi, masing-masing 10 buah pada setiap rahang. Wajah embrio saat ini sudah menyerupai manusia dengan ekornya yang sudah menghilang. Herniasi umbilikus akan bertahan sampai minggu ke-15.
Otak embrio akan membentuk 250.000 sel saraf baru setiap menitnya, ginjal embrio Ibu sudah mulai memproduksi air seni, lambungnya mulai memproduksi asam lambung, dan bila embrio Ibu laki-laki, dia akan mulai memproduksi hormon testosteron. Detak jantung janin sudah mulai dapat terdeteksi oleh suatu alat yang bernama Doppler. Kemungkinan keguguran janin akan menurun setelah minggu ke-10. Paru sudah terbagi atas 3 lobus di sebelah kanan, dan 2 lobus di sebelah kiri, lengkap dengan selaputnya.
MINGGU 11
Minggu ini aku memasuki masa janin. Organ tubuhku sudah terbentuk lengkap. Panjangku sekitar 4 sampai 6 cm dengan berat sekitar 8 gram. Umurku 8 minggu, saat ini aku memasuki tahap pembesaran, pemanjangan, dan penyempurnaan. Tinggal 29 minggu lagi!
kehamilan11-1


Penyempurnaan organ janin
Janin :
Janin saat ini memiliki panjang dari kepala sampai bokong sekitar 44 sampai 60 mm dengan perkiraan berat janin sekitar 8 gram, kurang lebih sebesar telapak tangan Ibu. Tahap gangguan atau kecacatan pada janin sudah terlewat minggu ini, minggu pembentukan organ sudah selesai dan sekarang memasuki tahap pembesaran, pemanjangan, dan penyempurnaan.
Tangan janin akan mulai terbuka dan membentuk kepalan tinju, nail bed atau dasar dari kuku mulai terbentuk, tonjolan di bawah giginya mulai terbentuk, dan beberapa tulangnya mulai mengeras. Janin akan memulai refleks menelan dan mencium.
Janin akan mulai bergerak dan menggeliat dan gerakan tersebut akan semakin bertambah seiring dengan perkembangan tubuhnya yang makin sempurna. Namun gerakan ini hanya terlihat dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Ibu sendiri baru akan merasakan gerakan janin dalam beberapa minggu ke depan. Meskipun testis dan indung telur sudah sempurna terbentuk minggu ini, jangan buru-buru menyiapkan dekorasi kamar bayi, Ibu baru dapat melihat jenis kelamin janin dalam waktu beberapa minggu lagi. Bila bayi Ibu perempuan, perkembangan rahim dan vaginanya sudah dimulai.











MINGGU 12
Umur 10 minggu dengan berat antara 8 sampai 14 gram dan panjang hampir 6 cm. Sel saraf dan otak berkembang sangat cepat. Refleks sudah ada dan mata dapat mengedip. Ibu dapat melihat  dengan alat USG. Tinggal 28 minggu lagi!
kehamilan12-1
Refleks bayi mulai terbentuk
Janin :
Berat janin Ibu sekarang antara 8 – 14 gram dengan panjang kepala sampai bokong hampir 60 mm. Janin Ibu tumbuh dan berkembang 2 kali lipat dalam 3 minggu terakhir. Perkembangan terbesar janin minggu ini adalah refleks bayi. Jari janin Ibu akan mulai terbuka, ibu jari kaki janin akan mulai menekuk, otot mata akan berkontraksi dimana janin dapat mengedipkan mata, dan mulut janin akan membentuk gerakan menghisap. Usus janin Ibu yang berkembang dengan sangat cepat sampai membuat suatu tonjolan di tali pusat akan mulai masuk ke rongga abdomen (perut) mulai minggu ini, dan ginjal janin akan mulai menghasilkan air seni ke dalam kantong kemih.
Sementara itu sel saraf janin berkembang sangat cepat dan di dalam otak janin sinaps atau aliran listrik saraf juga mulai terbentuk. Mata janin akan berpindah dari sisi samping ke depan kepala dan telinga janin berada di sisi kepala, di tempat yang seharusnya. Janin mulai dapat menelan cairan amnion (ketuban) di mana janin Ibu sedang berenang-renang sekarang. Jangan khawatir janin Ibu tidak bisa bernapas dan tenggelam di dalam cairan amnion. Janin mendapatkan oksigen dari darah yang dipompakan ke dalam tubuh oleh plasenta dikarenakan janin belum dapat bernapas menggunakan paru-paru.
Sebagian besar organ janin sudah sempurna terbentuk minggu ini. Sekarang janin akan memasuki masa maintenance yaitu masa pematangan fungsi sistim organ agar organ dapat berfungsi sempurna dalam 28 minggu ke depan.







































TUMBUH KEMBANG PLASENTA

Plasenta berhubungan dengan Tali Pusat panjangnya 50-55cm diameter 1- 2,5 cm
Pertumbuhan plasenta dapat diringkas sebagai berikut zigot Morula 6-7 hari setelah fertilisasi, morula yang sedang tumbuh mendekati endometrium dan Mulai masuk endometrium dengan sifat-sifat invasifnya yg berinteraksi dgn permukaan Dinding dalam uterus yg lengket. Akhir minggu pertama sejumlah sel inner pd morula mulai mengalami disintegrasi meninggalkan ruang yang terisi dengan cairan
Hari ke-10                  : setelah konsepsi blastokist tertanam sempurna didalam endometrium 
yang sekarang disebut desidua
Hari ke-14                  : berkembang jonjot-jonjot seperti jari yang disebut vili korion primitive
Minggu ke-3               : terjadi percabangan vili korium primitif, cabang-cabangnya disebut vili
Korium primitif sekunder
Minggu ke-8               : vili korion mengelilingi seluruh sakus embrionalis akhir minggu 8,
plasenta primitif telah menyekresi estrogen, progesteron, dan relaksin
Minggu ke-14             : struktur plasenta berkembang penuh & plasenta trsbt menempati kira-
kira seperti dinding uterus.
Minggu ke-16             : minggu ini & seterusnya jumlah dan ukuran pembuluh darah fetal
meningkat sedangkan dinding vilinya menjadi lebih tipis sehingga
selama trimester tengah permebialitas plasenta meningkat
Minggu ke-20             : plasenta terus bertambah luas tetapi tidak bertambah tebal sampai pada
kehamilan cukup umur, diameternya kira-kira 23 cm, merupakan organ
yang bulat, datar, dengan ketebalan 2 cm di bagian tengahnya tetapi lebih
tipis di tepi-tepinya.









BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Setiap orang tua menginginkan anaknya tumbuh sempurna, baik secara fisik maupun nonfisik.Secara fisik, seorang anak diharapkan tumbuh sehat sesuai tahapan yang sudah ditentukan para ahli.Selain itu, anak juga diharapkan sehat secara intelektual dan kejiwaan, bahkan hampir semua orang tua menginginkan anaknya cerdas di kemudian hari.Tetapi, untuk memperoleh sosok anak yang sehat lahir dan batin tidak bisa instan.Jauh sebelum kelahirannya harus sudah dipersiapkan.Untuk itulah ketika ibu mulai dinyatakan positif hamil, dokter atau bidan menganjurkan para ibu untuk memenuhi segala kebutuhan janin, yaitu gizi yang cukup.Semua itu untuk mendukung pertumbuhan janin, dan mendapatkan bayi yang sehat ketika dilahirkan. “Sebenarnya ASI (air susu ibu) adalah makanan paling ideal dan lengkap untuk bayi. ASI mengandung semua yang dibutuhkan bayi, berimbang dan secara fisiologis membantu pencernaan bayi”
















DAFTAR PUSTAKA


Indiarti,MT.2006.Panduan lengkap Kehamilan,Persalinan, dan Perawatan Bayi.Yogyakarta: Diglossia Media.
Oswari.2004.Perawatan ibu hamil dan bayi.Jakarta: Pustaka Sinar HarapanStoppar
Mirriam (2004).Panduan mempersiapkan Kehamilan dan Kelahiran(penerjemah,Agung prihantoro).Yogyakarta:Pustaka Pelajar
Westheimer,Ruth K & Grunebaum,Amos.(2000).Mengkreasi Kehamilan dan menjaga kasih sayang bersama Dr.Ruth(penerjemah,Eri D.Nasution).Jakarta:PT.Raja Grapindo Persada.
http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&0p=viewarticle&artid=7
http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=17